Desa Sana Laok Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan, Madura merupakan salah satu wilayah dengan mayoritas masyarakat yang beragama islam klasik salah satu kearifan local yang sampai saat ini masih terlaksana adalah tradisi Bhāākāl Ekakoãghĭ (perjodohan sejak dalam kandungan). Tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang yang diperkirakan sudah ada sekitar 213 tahun yang lalu dan masyarakat melestarikan adat budaya tersebut secara turun temurun. Masyarakat menganggap tradisi tersebut adalah hal yang wajar karena mereka beranggapan bahwa tradisi tersebut tidak bertentangan dengan syariat islam dan tidak ada dalil al quran yang melarang adanya perjodohan tersebut. Tradisi Bhāākāl Ekakoãghĭ (bakal calon) masih sangat kental karena masyarakat adat disana menganggap bahwa hal ini sesuai dengan makosid asy-syaria’ah yaitu menjaga harta dan keturunan serta sikap kehati hatian dalam memilih pasangan hidup. Para orangtua sangat mengkhawatirkan jika anaknya menikah dengan orang yang bukan orang madura yang tidak memiliki garis keturunan.
Tradisi Bhāākāl Ekakoãghĭ (perjodohan sejak dalam kandungan) merupakan kebudayaan asli madura dan tidak ada unsur akulturasi dari budaya manapun. Tradisi Bhāākāl Ekakoãghĭ merupakan upaya untuk mempertahankan nasab dan mempermudah dalam pembagian soal warisan. Para orang tua yang melakukan tradisi ini memiliki hubungan dekat seperti hubungan persaudaraan atau persahabatan. Ketika kedua bayi tersebut lahir maka orangtua akan mengumumkan ke tetangga bahwa mereka telah dijodohkan, pada saat beranjak dewasa jika wanita sudah menstruasi dan laki laki sudah mengalami mimpi basah mereka diberi pilihan oleh kedua orantuanya apakah akan melanjutkan perjodohan atau tidak, apabila mereka menolak maka akan mendapatkan akibat hokum dengan diputskannya tali nasab. Para tokoh adat menganggap bahwa perjodohan ini sebagai nasihat suci dan mereka beranggapan wasiat orangtua lebih suci dari agama.
POTENSI DI DESA SANA LAOK (Budidaya Tembakau dan padi di Desa Sana Laok)
Desa Sana Laok, Waru, Pamekasan merupakan sebuah wilayah yang kaya akan potensi pertaniannya, didukung dengan adanya lahan yang luas. Salah satu potensi yang signifikan di desa ini adalah budidaya tembakau pada musim kemarau dan budidaya padi pada musim penghujan. Tenaman tembakau dan padi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat desa ini karena telah memberikan konstribusi ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat setempat.
Budidaya tembakau dan padi di desa ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama bagi penduduk setempat, namun juga memainkan peran penting dalam mempertahankan tradisi budaya masyarakat desa ini. Budidaya tembakau dan padi telah dilakukan secara turun temurun, dengan melestarikan pengetahuan dan teknik yang tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Potensi budidaya tembakau dan padi telah dipengaruhi oleh faktor geografis dan iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman ini. Sana Laok merupakan desa yang terletak di wilayah dataran tinggi dengan daerah yang subur dan beriklim tropis yang sangat cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman tembakau dan pada pada musim tertentu. Sehingga hal ini dapat memberikan keuntungan bagi para petani dalam mencapai hasil panen yang diinginkan.
Aspek ekonomi, budidaya tembakau dan padi di Desa Sana Laok, Waru juga memberikan dampak bagi aspek social dan lingkungan. Budidaya tembakau dan padi ini dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran. Selain itu, pratik pertanian yang dilakukan bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan. Para petani di Sana Laok biasanya memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organic untuk tanaman tembakau dan pupuk cair untuk padi, mereka juga melakukan pengendalian hama secara alami seperti melakukan rotasi tanaman, sanitasi lahan dan tanaman, serta penggunaan fungisida alami.
Sektor pertanian pada budidaya tembakau di Desa Sana Laok juga kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, penurunan harga pasar dan hal-hal yang mempengaruhi produktivitas dan keberlanjutan budidaya tembakau di desa ini. Oleh karena itu, penting bagi petani dan pemerintah setempat untuk bekerjasama dalam mengidentifikasi solusi guna mengatasi tantangan ini.
Potensi Bahan Galian
Potensi Bahan GalianNo | Komoditas | Produksi/tahun | |||
2018 | 2019 | 2020 | 2021 | ||
1 | Batu Kali | Ada | Ada | Ada | Ada |
2 | Batu Gunung | Ada | Ada | Ada | Ada |
3 | Batu Kapur | ─ | ─ | ─ | ─ |
4 | Batu Gamping | ─ | ─ | ─ | ─ |
5 | Pasir | ─ | ─ | ─ | ─ |
6 | Pasir Batu | ─ | ─ | ─ | ─ |
7 | Tanah Liat | Ada | Ada | Ada | Ada |
Hasil Identifikasi Masalah dan Potensi di Bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa
No |
Masalah |
Potensi |
1 |
Tidak di ketahu bats antar Desa dan batas dusun |
Sudah ada jalan berupa jalan setapak sebagai batas
dusun |
2 |
Pemerintah desa kurang transparan terhadap
masyarakat |
Papan Informasi sudah ada dikantor desa untuk
kegiatan desa |
3 |
administrasi tidak dicatat dan tertata secara rapi |
perangkat desa dan buku penunjang sudah ada |
4 |
Perlengkapan kantor desa kurang sehingga pelayanan pemdes terhadap masyarakat kurang maksimal |
perangkat desa dan buku penunjang sudah ada |
5 |
pelayan kepala dusun di desa kurang maksimal kepada
masyarakat |
Kepala Dusun ada kan tetapi SDM tidak memadai sehingga kurang memahami TUPOKSINYA |
6 |
Kinerja dalam menjalankan tugasnya, BPD kurang aktif
dan aspiratif |
Anggaran BPD ada |
7 |
batas tanah desa dan hak milik belum ada |
Rentan terhadap konflik dengan desa lain |
8 |
Masyarakat kurang dilibatkan dalam musyawarah desa perencanaan, sehingga masyarakat tidak tahu apa yang direncanakan oleh pemdes
|
Antusias masyarakat membangun desa |
9 |
Informasi yang masuk ke desa sering terlambat |
Computer desa ada |
10 |
Tidak ada Kantor BPD sehingga koordinasi tidak
maksimal |
Lahan ada, Ketua BPD dan Anggota BPD lengkap |
11 |
Tidak ada Kantor PKK sehingga koordinasi tidak
maksimal |
Lahan untuk tempat pembuatan kantor PKK ada dan struktur kelembagaan PKK lengkap |
12 |
Perencanan pembangunan di desa masih tidak terencana
dengan baik |
Pemdes, lembaga desa dan papan informasi ada |
13 |
Pendidikan perangkat desa masih banyak yang rendah |
Perangkat desa siap dibimbing dalam peningkatan kapasitas SDM terutama dibidang IT |
14 |
Asset desa tidak terinvestaris dengan baik |
Asset desa ada |
Hasil Identifikasi Masalah dan Potensi diBidang Pelaksannan Pembangunan Desa
No | Masalah | Potensi |
1. | Terjadinya genangan air pada jalan penghubung antar desa sehingga jalan tidak dapat dilewati pada musim hujan | Jalana tersebut adalah jalan untuk usaha pertanian dan juga jalan penghubung antar desa ada |
2. | Persawahan/pertanian warga selalu kekuarangan air | Lahan pertanian di lokasi tersebut ada dan sangat banyak |
3. | Belum adanya gedung polindes yang memadai | Bidan Desa SDM Bidan memadai ada |
4. | Minimnya peralatan kesehatan desa | Bidan Desa SDM Bidan ada |
5. | Kurangnya penerangan jalan dibeberapa titik sehingga rentan aksi kejahatan | jalan desa, jalan pemukiman dan jalan usaha pertanian ada |
6. | Minimnya pendidikan anak usia dini (PAUD) karena tidak adanya gedung memadai | SDM siswa dan guru ada |
7. | Kurang maksimalnya pendidikan keagamanaan karena tidak ada gedung untuk pendidikan agama di desa | SDM siswa dan guru ada |
8. | Kurang perlengkapan kesenian desa untuk peningkatan kesenian desa | SDM dan kelompok kegiatan sosial dan keagamaan ada |
9. | Jalan pemukiman desa sulit dilewati ketika musim hujan | Banyak jalan pemukiman desa belum diaspal |
10. | Sulitnya akses jalan kepertanian karena jalan yang ada rusak dan berlobang | Jalan usaha tani ada dan banyak ladang pertanian masyarakat ada |
11. | Ladang pertanian yang tidak bisa dilalui oleh saluran irigasi dan minimnya sumur irigasi | Lahan pertanian luas dan SDA ada |
12. | Sebagaian besar masyarakat masih banyak mandi sungai | Lahan ada dan perlu pembangunan MCK |
13. | Masyarakat maih banyak yang buang air besar di sungai | Lahan dan MCK yang ada perlu adanya renovasi |
14. | Masyarakat kesulitan air bersih pada musim kemarau untuk kebutuhan sehari-hari | Sumber air dan lahan ada serta swadaya masyarakat |
15. | Tidak maksimal hasil pertanian karena saluran irigasi tidak memadai | Lahan irigasi, lahan pertanian dan sebagaian irigasi sudah ada |
16. | Pengelolaan hasil pertanian yang tidak maksimal | hasil pertanian yang ada padi, jagung. Tembakau , cabai, ssingkong, dan tomat |
17. | Masih banyak masyarakat desa yang mempunyai rumah tidak layak huni | Masyarakat miskin cukup banyak ada |
18. | Tidak adanya sarana transportasu antar dusun dan jalan pertanian yang bisa saling menghubugkan satu sama lain | Populasi masyarakat cukup banyak dan lahan sektor pertanian yang ada cukup luas dan gotong royong |
19. | terjadi genangan air dan banjir kejalan ketika musim hujan | lahan untuk pembuatan drainase ada swadaya masyarakat |
20. | Masyarakat sering terkena penyakit DBD saat musim hujan | Masyarakat dan lingkungan dan gotong royong |
21. | Sebagaian balita terkena gizi buruk | Anak usia balita ada kader posyandu ada dan cukup banyak |
22. | Kegiatan Belajar mengajar di TK kurang maksimal | Gedung sudah ada dan membutuhkan rehab serta siswa yang cukup banyak dan jumlah guru yang memadai |
23. | Sering terjadi erosi tanah pemakaman umum karena tidak adanya penahan tanah atau pembatas kuburan | Lahan pemakaman ada |
24. | Masyarakat dan desa kesulitan tempat atau ruang pelatihan | Lahan untuk pembuatan ruang pelatihan ada |
25. | Pagar hidup rumah warga di pinggir jalan mengganggu akses transportasi | Swadaya masyarakat untuk membersihkan lahan |
26. | UMKM tidak berkembang karena keterbatasan modal | Masyarakat daan kelompok simpan pinjam ada |
Hasil Identifikasi Masalah dan Potensi di bidang Pembinaan Masyarakat Desa
No | Masalah | Potensi |
1. | Kinerja lembaga yang didesa kurang optimal | Structur kelembagaan desa lengkap |
2. | karang taruna pasih dalam kegiatan | Remaja karang taruna lengkap |
3. | Kurangnya pos kambling dan sarana prasarana pos kamling | LINMAS Lengkap |
4. | LKD dan pemerintahan desa kurang aktif dalam kemasyarakatan | Pemerintah desa dan LKD lengkap |
5. | Partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan kurang maksimal | Kelompok sarwa, yasinan, dan sholawatan lengkap |
6. | Nilai-nilai tradisi masyarakat mulai luntur karena masuknya moderenisasi dan westernisasi | Selamatan desa, kelompok keagamaan, dan sosial lengkap |
7. | Pelestarian kesenian masyarakat dalam kegiatan sosial dankeagamaan kurang | Kelompok keagamaan dan pemuda ada |
8. | SDM Kasun rendah perlu pembinaan pada lembaga tersebut | Petugas kasun lengkap |
9. | Minim pembinaan terhadap lembaga keamaan dan sosial untuk memaksimalkan peran serta pembangunan desa | Kelompok keagamaan dan sosial ada |
Hasil Identifikasi Masalah dan Potensi di bidang Pemberdayaan Masyarakat
No | Masalah | Potensi |
1. | Penghasilan warga yang masih dibawah UMK | Adanya kelompok kelompok dimasyarakat |
2. | Minimnya pengetahuan masyarakat khususnya dikalangan pemuda | Banyak pemuda yang mempunyai keahlian khusus akan tetapi tidak berkembang |
3. | Banyak pemuda yang masih belum memiliki pekerjaan | Adanya SDM cukup banyak |
4. | Tugas pokok dan fungsi pemdes belum maksimal dan profesional | Pemerintah desa dan perangkat lengkap |
5. | Minimnya kemampuan dan pengetahuan lembaga keagamaan dan sosial desa dalam mendukung program kerja pemerintah desa | lembaga keagamaan dan sosial desa ada dan perlu mendapatkan pelatihan |
6. | banyak kelompok pengerajin yang kesulitan dalam pemasaran hasil produknya | kelompok pengerajin dan kelompok usaha ekonomi produktif ada |
0 comments:
Post a Comment